Selasa, 09 Desember 2008

KE-IPNU-IPPNU-AN

1.MUQODDIMAH

Organisasi ini bernama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama disingkat IPNU dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama disingkat IPPNU sebagai kelanjutan dari Ikatan Putra Nahdlatul Ulama dan Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama yang sebelumnya juga Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang didirikan pada tanggal 24 februari 1954 M bertepatan dengan 20 Jumadil Akhir 1373 H di semarang, dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama yang didirikan pada tanggal 2 Maret 1955 bertepatan dengan 8 Rojab 1374 H untuk waktu yang tidak terbatas.
IPNU-IPPNU berkedudukan di ibukota Negara Republik Indonesia yang merupakan tempat kedudukan Pimpinan Pusat.
IPNU-IPPNU berakidah islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah dengan mengikuti salah satu madzhab : Hanafi, Maliki, Syafi’I, dan Hambali.
IPNU-IPPNU berasaskan pada kehidupan berbangsa dan bernegara, serta berpedoman pada Pancasila dan Undang-undang dasar 1945.
IPNU-IPPNU adalah organisasi yang bersifat keterpelajaran, kekeluargaan, kemasyarakatan dan keagamaan. Dan mempunyai fungsi :
1.Wadah berhimpun Pelajar Nahdlatul Ulama untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai Nahdliyah.
2.Wadah komunikasi Pelajar Nahdlatul Ulama untuk menggalang ukhuwah islamiyah.
3.Wadah aktualisasi Pelajar Nahdlatul Ulama dalam pelaksanaan dan pengembangan syariat islam.
4.Wadah kaderisasi Pelajar Nahdlatul Ulama untuk mempersiapkan kader-kader bangsa.
Tujuan IPNU-IPPNU adalah terbentuknya pelajar-pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia, dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya syariat islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
Untuk mewujudkan tujuan sebagaimana diatas, maka IPNU-IPPNU melaksanakan usaha-usaha :
1.Menghimpun dan membina Pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi IPNU-IPPNU.
2.Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa.
3.Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan program perjangan sesuai dengan perkembangan masyarakat (maslahah al-ummah), guna terwujudnya khoiro ummah.
4.Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasamaprogram dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi.


2.LANDASAN HISTORIS
Berdirinya sebuah organisasi tentunya dilatar belakangi beberapa faktor yang mendorong berdirinya suatu organisasi tersebut. Begitu juga dengan IPNU-IPPNU, banyak sekali faktor yang mempengaruhi, diantaranya yang melatar belakngi berdirinya IPNU-IPPNU adalah
a.Faktor Aqidah / Idiologi
Adanya keinginan yang kuat untuk mempertahankan nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama’. Dan untuk mempertahankan itu, diperlukan kader-kader penerus yang nantinya mampu mengkoordinir, mengamalkan dan mempertahankan faham Ahlus Sunnah Wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama’.
b.Faktor Pendidikan
Adanya keinginan untuk menjembatani kesenjangan antara pelajar dan mahasiswa di lembaga pendidikan umum dan santri-santri di pondok pesantren
c.Faktor Sosiologis
Adanya persamaan tujuan, kesadaran dan keikhlasan akan pentingnya sebuah wadah pembinaan untuk generasi penerus NU.

3.SEJARAH BERDIRINYA IPNU-IPPNU

IPNU lahir pada tanggal 24 Februari 1954 M (20 Jumadil akhir 1373 H) dengan ketua pertama Rekan M. Tholhah Mansyur dan IPPNU lahir pada tanggal 2 Maret 1955 (8 Rojab 1374 H) yang mempunyai kepanjangan Ikatan Pelajar Nahdlatul ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama dengan ketua pertama Rekanita Umroh Mahfudho. Pada kongres XI tahun 1988 kepanjangannya berubah dari pelajar menjadi putra dan dari pelajar putri menjadi putri-putri dan kembali menjadi Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama pada konggres ke XII di asrama haji Sukolilo Surabaya tahun 2003.

4.DASAR, TUJUAN DAN SIFAT
1.DASAR
Organisasi IPNU-IPPNU berdasarkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah serta menerima dan mempertahankan Pancasila dan UUD 1945
2.TUJUAN
Menciptakan kader-kader Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang berilmu amaliah
3.SIFAT
Kekeluargaan, kemasyarakatan dan keagamaan


5.PENUTUP
Sebagai sebuah organisasi, IPNU memiliki visi yakni gambaran terhadap apa yang ingin dicapai. Visi Adalah adalah terwujudnya pelajar-pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlakul karimah, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kesadaran dan tanggungjawab terhadap
terwujudnya tatanan masyarakat yang berkeadilan dan demokratis atas dasarajaran Islam ahlussunah wal jamaah.
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka IPNU mempunyai misi melakukan pembinaan dan pemberdayaan para pelajar (siswa dan santri), serta mempengaruhi kebijakan-kebijakan pihak-pihak yang terkait dengan pembinaan dan pemberdayaan pada pelajar tersebut.

Selamat Belajar, Berjuang dan Bertaqwa
Wallohul Muwwafiq Ilaa Aqwamitthoriq

Disampaikan pada MAKESTA IPNU-IPPNU PAC Puri pada hari Minggu, 14 Desember 2008 di Balai Desa Medali
*) Team Pelatih PC IPNU-IPPNU Kab. Mojokerto masa khidmad 2007-2009

Jumat, 05 Desember 2008

KEPEMIMPINAN

A. Pengertian Pemimpin
Pemimpin didefinisikan sebagai pribadi yang memiliki kecakapan khusus dengan atau tanpa pengangkatan resmi dapat mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya untuk melakukan usaha bersama mengarah pada sasaran tertentu.
Sedang kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi dan mengarahkan orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

B. Sebab Munculnya Pemimpin
Ada tiga teori yang menonjol dalam penjelasan kemunculan seorang pemimpin yaitu :
1. Teori Genetis
Teori ini menjelaskan bahwa seseorang akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan dengan bakat-bakat seorang leader.
2. Teori Sosial
Kebalikan dari teori genetis, teori ini mengatakan bahwa setiap orang bisa jadi pemimpin melalui usaha, dibentuk dan ditempa, serta tidak terlahirkan begitu saja (leaders are made).
3. Teori Ekologis
Seorang akan sukses menjadi seorang pemimpin bila sejak lahir telah memiliki bakat kepemimpinan, dan bakat itu dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan untuk mengembangkan bakat yang dimiliki.

C. Tipe-tipe Kepemimpinan
Sebenarnya banyak sekali tipe-tipe kepemimpinan, namun dalam MAKESTA ini cukup kita mengetahui tiga tipe kepemimpinan, yaitu :
a. Tipe Otokratis
Otokrat berasal dari kata Autos artinya sendiri, dan Kratos berarti kekuasaan jadi otokratis berarti pengusa absolut/otoriter.
Kepemimpinan ini mendasarkan diri pada kekuasaan mutlak yang harus dipatuhi oleh anggotanya.
b. Tipe Laizzes Faire
Pada tipe kepemimpinan ini seorang pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya berbuat semau sendiri. Kepemimpinan ini pada hakikatnya bukanlah seorang pemimpin dalam pengertian sebenarnya karena anggota sama sekali tidak terpimpin, tidak terkontrol, dan masing-masing orang bekerja sendiri-sendiri.


c. Tipe Demokratis
Seorang pemimpin yang selalu mengajak, mendengar, dan melibatkan anggotanya dalam mengambil keputusan. Karena pemimpin sangat menghargai pendapat anggotanya sehingga terjadi proses interaksi antara pemimpin dan yang dipimpin. Segala sesuatu diputuskan secara musyawarah mufakat.

D. Syarat Seorang Pemimpin
Menurut Javanologi, ada enam kriteria untuk menjadi seorang pemimpin :
1. Wasis (pintar) : Dalam artian punya kemampuan memimpin, memiliki ilmu dan seni memimpin, tegar (tidak mudah terpengaruh oleh orang lain).
2. Wicaksono (bijaksana) : Pintar, arif, adil.
3. Waspodo (waspada) : Sehat jasmani juga rohani serta hati-hati terhadap keadaan.
4. Waksito : Mampu menganalisa anggotanya.
5. Wani (berani) : Melakukan sesuatu tanpa ragu-ragu .
6. Wibowo (berwibawa) : memiliki kemampuan, memberi penyuluhan kepada anggota, dan kemampuan berkomunikasi.

Menurut George R. Terry dalam bukunya “Principles of Management” menuliskan 10 sifat pemimpin yang unggul, yaitu :
1. Memiliki Kekuatan
2. Stabilitas Emosi,
3. Pengetahuan Tentang Suatu Instansi,
4. Kejujuran,
5. Objektif,
6. Dorongan Pribadi,
7. Ketrampilan Komunikasi,
8. Kemampuan Mengajar,
9. Ketrampilan Sosial,
10. Kecakapan Teknis dan Kecakapan Managerial.

Sebagai umat Islam sebenarnya kita telah memiliki sosok pemimpin ideal yaitu Nabi Muhammad SAW. Dimana beliau adalah seorang Rosul yang memiliki sifat Shiddiq (benar), Amanah (dapat dipercaya), Fathonah (cerdas) dan Tabligh (menyampaikan). Kepemimpinan beliau tidak ada bandingannya di dunia ini, bahkan orang diluar islam pun mengakui kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai hal yang patut dikagumi dan diteladani.